Rabu, 19 Desember 2012

Batas Cobaan Manusia

Bismillahirrohmaanirrohiim
Assalaamu ‘alaikum Wr. Wb

Alhamdulillah, wasyukru lillah wala hawla wala kuwwata illa billahil ‘aliyil ‘adzim, asyhadu alla ilaa ha illallah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warosuuluh, amma ba’du.

Hadirin Jama,ah Sholat Tarawih Karomakumullah,
Puji syukur, marilah kita selalu panjatkan kepada Allah SWT yang senantiasa memberikan kita nikmat iman, sehingga kita berada dimasjid ini, nikmat Islam, sehingga kita dapat mengikuti jamaah ini, serta nikmat sehat sehingga kita dapat melahkankan kaki kemasjid yang penuh barokah Allah, insya Allah.
Sholawat beriring salam, marilah kita sanjungkan kepada baginda Nabi kita Muhammad SAW, yang senantiasa selalu bersabar dalam menunjukan kebenaran, selalu mendoakan kebaikan walau disakiti, selalu berhusnu dzon walau dilukai.

Hadirin jama’ah sholat tarawih yang berbahagia
Pada malam hari  ini, ijinkanlah saya menyampaikan beberapa cuplikan ayat yaitu;
اعوذ بالله من الشيطان الرّجيم
بسم الله الرّحمن الرّحيم
لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا اِلاَّ وُسْعَهَا  4 (الآية)
Yang artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (Al-Baqoroh: 286)

Dalam ayat ini dijelaskan, bahwasanya apapun cobaannya, apapun ujiannya, apapun kejadiannya, semua itu diberikan berdasarkan ukuran kemampuan hambanya. Allah tidak akan memberikan cobaan dan ujian yang besar dan melebihi kemampuan hambanya melainkan hanya yang mampu dilalui hambanya, sebagaimana firman Allah yang saya bacakan tadi. Akan tetapi, semua itu tergantung bagaimana cara hamba Allah menghadapinya. Jika cobaan dan ujian itu dihadapi dengan emosional, tempramen, dan penuh kemarahan (tanpa ketaatan kepada Allah), niscaya cobaan dan ujian itu akan terasa berat dan sangat sulit dalam menjalaninya. Dan jika cobaan dan ujian itu dihadapi dan diselesaikan dengan penuh ketaatan kepada Allah, maka kemudahan dan kelapanganlah yang ia dapatkan dalam menghadapinya. Dari penjelasan diatas, dapat kita lihat bahwa cobaan dan ujian akan terasa berat tanpa ketaatan kepada Allah.
Sebagai contoh, anak yang duduk dikelas 2 SD, ia tidak mungkin diberikan soal ujian untuk kelas 3 apa lagi kelas 5, karena apa? ya sudah jelaslah anak itu belum mampu karena memang belum saatnya. Atau ketika anak kelas 2 SD itu diberikan soal ujian, dan jika ia tidak belajar dan hanya main-main saja, maka soal ujian itu akan terasa begitu sulitnya dan bahkan ia akan menyangka bahwa soal ujian itu tidak pantas untuknya. Berbeda jika soal ujian kelas 2 itu, diberikan kepada anak SD yang kelas 2 juga, akan tetapi ia sudah belajar dengan sungguh-sungguh pada malam hari ataupun ketika berada di kelasnya, maka ia akan merasakan begitu mudahnya soal ujian itu sehingga ia akan melaluinya dengan penuh kesenangan dan keceriaan serta keyakinan bahwa hasilnya akan mendapatkan nilai yang terbaik dari pada teman-temannya. Begitu juga dengan segala cobaan dan ujian dalam kehidupan yang kita alami. Jika cobaan dan ujian itu kita hadapi dengan penuh ketaatan kepada Allah, maka apapun cobaan dan ujiannya, dapat kita lalui dengan penuh kemudahan.

Hadirin Jamaah Sholat Tarawih Rohimakumullah,
Kita hidup pasti mempunyai berbagai macam permasalahan, akan tetapi, permasalahan itulah yang dapat membuat kita lebih terdidik menjadi dewasa. Kedewasaan tidak dapat diukur dengan bertambahnya umur, kedewasaan tidak dapat diukur dengan bertambahnya berat dan tinggi badan, dan kedewasaan pun tidak dapat diukur dengan kepintaran yang dimiliki seseorang. Akan tetapi, kedewasaan hanya dapat diukur dengan bagaimana caranya menyelesaikan masalah dengan penuh kebijaksanaan dan bukan menambah masalah yang baru.

Hadirin Jamaah Sholat Tarawih Rohimakumullah,
Mudah-mudahan, sedikit yang telah saya sampaikan ini, dapat bermanfaat untuk kita semua, dan menjadi nilai ibadah di sisi Allah, Amin Ya Robbal Alamin. Baiklah cukup sekian dari saya, mohon maaf atas segala kekurangan dan kehilafan, dan terimakasih atas segala perhatian.

Wassalaamu ‘alaikum Wr. Wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar